Jumat, 25 April 2014

Pengolahan Air Bersih

Air merupakan salah satu faktor terpenting dalam kehidupan mahluk hidup dibumi, baik Hewan maupun Tumbuhan, karena tidak ada mahluk hidup yang bisa hidup tanpa air. contoh salah satunya kita sebagai manusia yang sangat membutuhkan air untuk kebutuhan hidup, seperti minum, masak, mandi, dan kebutuhan hari-hari lain sebagainya. Ketersediaan air bersih di sebuah kawasan yang memiliki tingkat kesulitan untuk mendapatkan air bersih sangatlah penting. Namun, mengingat bahwa tidak semua kota, kawasan atau daerah untuk  mendapatkan air bersih,  maka sangat perlu adanya peninjauan distribusi air bersih bagi masyarakat setempat yang memiliki tingkat kesulitan untuk mendapatnkat air bersih. coba di bayangkan saja apabilah salah satu kawasan atau daerah yang tidak memiliki air bersih hanya mengandal sumur bor dan air hujan yang berasal dari seng-seng rumah dan ditampung di bak penampungan tanpa pengolahan dan langsung dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari. 

ini Sobat sedikit penjelasan tentang Air Sumur Bor dan Air Hujan Transpor::
a)     Air Sumur Bor
Dimana Air  sumur  bor  yang  bersumber dari air tanah mengandung besi terlarut berbentuk ferro (Fe2+). Jika air tanah tersebut dipompakan keluar dan kontak dengan udara (oksigen) maka besi (Fe2+) akan teroksidasi menjadi ferihidroksida (Fe(OH)3). Ferihidroksida dapat mengendap dan berwarna kuning kecoklatan .Hal ini sangat berbahaya bagi munusia untuk kegitan sehari-hari apalagi sampai meminumnya. Tingginya kadar ion Fe (Fe2+, Fe3+) bisa kita lihat dari warna kuning kecoklatan, coba sobat diamkan air sumur bor diudara terbuka dan sobat amati perubahannya.

Nah, Sobat Tingginya kandungan Fe (Fe2+, Fe3+) ini berhubungan dengan keadaan struktur tanah. Struktur tanah dibagian atas merupakan tanah gambut, selanjutnya berupa lempung gambut dan bagian dalam merupakan campuran lempung gambut dengan sedikit pasir. Besi terlarut dalam air sumur bor ini dapat berbentuk kation ferro (Fe2+) atau kation ferri (Fe3+). Hal ini tergantung kondisi pH dan oksigen terlarut dalam air. Besi terlarut dapat berbentuk senyawa tersuspensi, sebagai butir koloidal seperti Fe(OH)3, FeO, Fe2O3 dan lain-Iain. Konsentrasi besi terlarut yang masih diperbolehkan dalam air bersih adalah sampai dengan 0,1 mg/l. Apabila kosentrasi besi terlarut dalam air melebihi batas tersebut akan menyebabkan berbagai masalah, diantaranya, gangguan teknis, gangguan fisik dan gangguan kesehatan.. 

b)     Air hujan Transpor
Air hujan adalah air yang menguap karena panas dan dengan proses kondensasi membentuk tetes air yang lebih besar kemudian jatuh kembali ke permukan bumi. Pada waktu berbentuk uap, air terjadi proses transportasi (pengangkutan uap air oleh angin menuju daerah tertentu yang akan terjadi hujan). Ketika proses transportasi tersebut uap air tercampur dan melarutkan gas-gas oksigen, nitrogen, karbondioksida, debu, dan senyawa lain. Karena itulah, air hujan juga mengandung debu, bakteri, serta berbagai senyawa yang terdapat dalam udara. Jadi kualitas air hujan juga banyak dipengaruhi oleh keadaan lingkungannya.

Kelarutan gas CO2 didalam air hujan akan membentuk asam askorbat (H2CO3) yang menjadikan air hujan bereaksi asam. Beberapa macam gas oksida dapat berada pula di udara, diantaranya yang penting adalah oksida belerang dan oksida nitrogen (S2O2 dan N2 NO3). Kedua oksida ini bersama-sama dengan air hujan akan membentuk larutan asam sulfat dan larutan asam nitrat ( H2SO4 dan H2 NO3 ). Memang pada umumnya kualitas air hujan cukup baik, bila air hujan yang berasal dari atmosfir langsung ke penampungan tanpa ada transportasi dari atap-atap rumah yang akan bisa mengakibatkan kerusakan- kerusakan terhadap logam atap yang akan menimbulkan karatan  dan tercampur pada air hujan tersebut, sehingga mempengaruhi air hujan itu sendiri.

nah, itu dia sob sedikit penjelasan mengenai Air Sumur Bor dan Air Hujan, kalau kitee mau bahas 2 masalah di atas ini jadi panjang sob..hhee

lanjut ke topik lagi ya sob...

Jadi gini sob, untuk kriteria air bersih biasanya meliputi 3 aspek, yaitu kualitas, kuantitas, dan kontinuitas. Dalam usaha menyediakan air bersih, biasanya berkaitan dengan Perusahaan Dagang Air Minum ( PDAM ) Perusahan Milik Negara.Perusahan ini yang menangani air bersih yang biasa kita gunakan sehari-hari, bagi pengguna air PAM..bagi yang ga menggunakan kasian deh loh..hhe
Secara teknis, kali ini kita akan membahas mengenai jenis-jenis pengolahan air bersih. Secara umum yang sobatpun bisa melakukannya.

sobat untuk pengolahan air bersih terdiri dari 3 aspek, 
Ø  aspek pertama
pengolahan secara fisik biasanya dilakukan secara mekanis tanpa adanya penambahan bahan kimia, Contohnya adalah pengendapan, filtari, adsorpsi, dan lain-lain
Ø  Aspek kedua
Pengolahan secara Kimiawi Contohnya adalah pengendapan, filtari, adsorpsi, dan lain-lain. Pada pengolahan secara kimiawi, terdapat penambahan bahan kimia seperti klor, tawas, dan lain-lain, biasanya digunakan untuk menyisihkan logam-logam berat yang terkandung dalam air.
Ø  Aspek Ketiga
Pengolahan secara Biologis biasanya memanfaatkan mikroorganisme sebagai media pengolahnya.

PDAM, biasanya melakukan pengolahan secara fisika dan kimiawi dalam proses penyediaan air bersih. Secara umum, skema pengolahan air bersih meliputi:

v  Bangunan Inteke
v  Water Treatment Plant
v  Reservoir

1. Bangunan Intake

Bangunan intake ini berfungsi sebagai bangunan pertama untuk masuknya air dari sumber air. Pada umumnya, sumber air untuk pengolahan air bersih, diambil dari sungai. Pada bangunan intake ini biasanya terdapat bar screen atau saringan kasar yang terpasang pada pintu masuk air yang berfungsi untuk menyaring benda-benda padat yang ikut tergenang dalam air seperti batang kayu, daun-daunan dan sampah-sampah lainnya sehingga tidak mengganggu pemompaan air. Selanjutnya, air akan masuk ke dalam sebuah bak yang nantinya akan dipompa ke bangunan selanjutnya, yaitu WTP – Water Treatment Plant.

2. Water Treatment Plant

Water Treatment Plant atau lebih sering disebut Akronim WTP ialah bangunan utama pengolahan air bersih. Biasanya bagunan ini terdiri dari empat bagian, yaitu :

Ø  Bak Koagulasi
Dari bangunan intake, air akan dipompa ke bak koagulasi ini. Apa yang terjadi dalam bak ini..?? pada proses koagulasi ini dilakukan proses destabilisasi partikel koloid, karena pada dasarnya air sungai atau air-air kotor biasanya berbentuk koloid dengan berbagai partikel koloid yang terkandung di dalamnya. Destabilisasi partikel koloid ini bisa dengan penambahan bahan kimia berupa tawas, ataupun dilakukan secara fisik dengan rapid mixing (pengadukan cepat), hidrolis (terjunan atau hydrolic jump), maupun secara mekanis (menggunakan batang pengaduk). Biasanya pada WTP dilakukan dengan cara hidrolis berupa hydrolic jump. Lamanya proses adalah 30 – 90 detik.

Ø  Bak Flokulasi
Setelah dari unit koagulasi, selanjutnya air akan masuk ke dalam unit flokulasi. Unit ini ditujukan untuk membentuk dan memperbesar flok. Teknisnya adalah dengan dilakukan pengadukan lambat (slow mixing).

Ø  Bak Sedimentasi
Setelah melewati proses destabilisasi partikel koloid melalui unit koagulasi dan unit flokulasi, selanjutnya perjalanan air akan masuk ke dalam unit sedimentasi. Unit ini berfungsi untuk mengendapkan partikel-partikel koloid yang sudah didestabilisasi oleh unit sebelumnya. Unit ini menggunakan prinsip berat jenis. Berat jenis partikel koloid (biasanya berupa lumpur) akan lebih besar daripada berat jenis air. Dalam bak sedimentasi, akan terpisah antara air dan lumpur, dimana lumpur akan mengendap. Secara umum gabungan unit koagulasi, flokulasi dan sedimentasi  biasa disebut aselator. 

Ø  Bak Filtrasi
Setelah proses sedimentasi, proses selanjutnya adalah filtrasi. Unit filtrasi ini, sesuai dengan namanya, adalah untuk menyaring dengan media berbutir. Media berbutir ini biasanya terdiri dari antrasit, pasir silica, dan kerikil silica denga ketebalan berbeda. Dilakukan secara grafitasi.

Apabila sudah selesai dalam proses pengolahan air bersih. Ada lagi proses tambahan, yaitu lakukan disinfeksi berupa penambahan chlor, ozonisasi, UV, pemabasan, dan lain-lain sebelum masuk ke bangunan selanjutnya, yaitu reservoir.

3. Reservoir

Setelah dari WTP dan berupa clear water, sebelum didistribusikan, air masuk ke dalam reservoir. Reservoir ini berfungsi sebagai tempat penampungan sementara air bersih sebelum didistribusikan melalui pipa-pipa secara grafitasi. Karena kebanyakan distribusi kerumah-rumah menggunakan grafitasi, maka reservoir ini biasanya diletakkan di tempat dengan eleveasi lebih tinggi daripada tempat-tempat yang menjadi sasaran distribusi. Biasanya terletak diatas bukit, atau gunung sob..

Nah sob, kalau sob mau buatin IPA agak baiknya Intake, WTP, dan Reservoir dibangun dalam satu kawasan dengan ketinggian yang cukup tinggi, dengan cara ini sob bisa menghemat biaya pembangunan, sehingga tidak diperlukan pumping station dengan kapasitas pompa dorong yang besar untuk menyalurkan air dari WTP ke reservoir. Barulah, setelah dari reservoir, air bersih siap untuk didistribusikan melalui pipa-pipa dengan berbagai ukuran ke tiap daerah distribusi.

Oke sob sampai ketemu  lagi di posting berikutnya…besok posting tentang apa lagi ya?? Ada masukan ga sob…hhe..

 Kank Aay
 

3 komentar:

  1. TIRTAYASA FILTERINDO adalah badan usaha resmi yang bergerak dalam bidang pengadaan peralatan pengelolaan air bersih dan pengelolaan air limbah

    BalasHapus
  2. PT Tirtapure Envirotek adalah perusahaan kontraktor dan penyedia peralatan untuk pengolahan air bersih dan pengolahan air limbah. Dengan dukungan tenaga ahli serta berpengalaman dalam bidang water treatment, PT Tirtapure Envirotek mampu memberikan pelayanan perencanaan, pengadaan dan instalasi Water Treatment Plant (WTP) ataupun Waste Water Treatment Plant (WWTP)

    BalasHapus